# Rekber Domain dan Website, Cara Jual Beli yang Aman

> Panduan rekber domain dan website antarperorangan. Urutan transfer kode EPP, aturan PANDI dan ICANN, cek akses hosting, dan kapan dana boleh dilepas.

URL: https://rekberpay.com/blog/rekber-jual-beli-domain-website  
Penulis: Tim RekberPay  
Diterbitkan: 2026-10-25  
Kategori: Tips

Rekber domain adalah cara jual beli nama domain atau website di mana uang pembeli ditahan pihak ketiga sampai domain benar-benar tercatat di akun registrar milik pembeli, baru setelah itu dana diteruskan ke penjual. Urutannya: sepakati isi paket secara tertulis, pembeli bayar ke rekber, penjual membuka kunci dan mengirim kode EPP (atau melakukan push antarakun), pembeli mengecek akses dan data registran, lalu konfirmasi. Jangan pernah melepas dana sebelum domain muncul di akun registrar kamu sendiri.

Jual beli domain dan website antarperorangan biasanya terjadi di grup Facebook, forum, atau lewat DM. Nilainya bisa ratusan ribu untuk domain biasa, sampai puluhan juta untuk blog yang sudah punya trafik dan pemasukan. Di artikel ini kami jelaskan kenapa transaksi seperti ini rawan, urutan aman memakai rekber, dan apa saja yang harus dicek sebelum kamu menekan tombol konfirmasi.

## Kenapa jual beli domain dan website rawan

Domain itu barang digital yang aneh. Ia tidak dikirim lewat kurir, tidak punya resi, dan "kepemilikannya" sebenarnya adalah hak pakai yang dicatat oleh registrar dan registri. Beberapa risiko yang paling sering kami lihat:

- **Penjual masih pegang akses registrar.** Domain sudah "diberikan", tapi akunnya tetap atas nama penjual. Kapan saja ia bisa mengganti DNS atau memindahkan domain lagi.
- **Transfer tertunda atau gagal.** Domain yang baru didaftarkan atau baru pindah registrar memang tidak bisa langsung ditransfer lagi. Pembeli yang tidak tahu aturan ini sering mengira penjualnya menipu, atau sebaliknya, penjual memakai alasan ini untuk mengulur waktu.
- **Klaim trafik dan pendapatan palsu.** Screenshot Google Analytics atau laporan AdSense gampang diedit. Untuk website, angka inilah yang paling sering dibesar-besarkan.
- **Aset ikutan tertinggal.** Domain sudah pindah, tapi hosting, akun admin CMS, email, dan akun media sosial masih dipegang penjual.
- **Uang sudah ditransfer langsung.** Kalau pembeli transfer duluan dan penjual menghilang, hampir tidak ada jalur untuk menarik uang kembali.

## Push atau transfer, bedanya apa

Ada dua cara memindahkan domain, dan kamu perlu sepakat sejak awal mau pakai yang mana.

**Push** adalah pemindahan domain dari akun penjual ke akun pembeli di registrar yang sama. Tidak perlu kode EPP, prosesnya biasanya cepat, dan domain tetap di registrar yang sama. Syaratnya, pembeli harus punya akun di registrar tersebut.

**Transfer antarregistrar** dipakai kalau pembeli ingin domainnya pindah ke registrar langganannya. Penjual membuka kunci transfer (registrar lock), lalu mengirim kode EPP atau auth code. Pembeli memasukkan kode itu di registrar barunya dan membayar biaya transfer di sana. Prosesnya bisa makan beberapa hari.

Pilihan mana pun, ujungnya sama: domain harus tercatat di akun yang hanya bisa diakses pembeli, dengan data registran atas nama pembeli.

## Aturan transfer domain .id menurut PANDI

Untuk domain .id, aturannya ada di Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI versi 10.0 yang berlaku sejak 29 Agustus 2025. Per Oktober 2026, poin yang relevan untuk jual beli:

- Domain baru bisa dialihkan setelah lewat **60 hari sejak tanggal aktivasi atau tanggal pengalihan terakhir**.
- Pengalihan tidak bisa dilakukan dalam **10 hari terakhir** sebelum masa berlaku domain habis.
- Pengalihan antarregistran dan antarregistrar sama-sama memakai **authcode**.
- Untuk pindah registrar, registran wajib **mengunggah dokumen** identitas, legalitas, dan/atau pelengkap ke registrar penerima.
- Pembeli sebagai registran baru harus **memenuhi syarat** domain tersebut. Contohnya .co.id ditujukan untuk badan usaha atau organisasi dan meminta dokumen seperti NIB, NPWP, atau SK Kemenkumham ditambah KTP. Jadi kalau kamu perorangan tanpa badan usaha, membeli .co.id bisa mentok di tahap verifikasi.

Artinya, sebelum sepakat harga, minta penjual menunjukkan tanggal aktivasi dan tanggal kedaluwarsa domain. Kalau domainnya baru didaftarkan dua minggu lalu, transfer belum bisa jalan.

## Aturan transfer gTLD (.com, .net, dan sejenisnya)

Untuk domain gTLD, aturannya mengikuti Transfer Policy ICANN. Dewan ICANN memang sudah menyetujui paket pembaruan kebijakan transfer pada 7 Juni 2026, tapi per Oktober 2026 pembaruan itu masih dalam tahap implementasi. Yang berlaku sekarang masih kebijakan lama, dengan poin penting berikut:

- Registrar boleh menolak transfer dalam **60 hari sejak domain dibuat** atau **60 hari setelah transfer antarregistrar** sebelumnya.
- Setelah **perubahan registran** (ganti nama pemilik), registrar wajib memasang kunci transfer 60 hari, kecuali pemilik sebelumnya sudah memilih keluar (opt out) dari kunci itu sebelum mengajukan perubahan.
- Kalau registrar tidak menyediakan cara mengambil auth code sendiri, registrar wajib memberikannya dalam **5 hari kalender** setelah diminta.
- Kalau registrar lama tidak merespons permintaan transfer dalam 5 hari kalender, transfer dianggap disetujui.

Dari sini ada satu tips praktis. Kalau pembeli ingin domainnya pindah ke registrar lain, lakukan transfer antarregistrar **dulu**, baru ganti data registran di registrar baru. Kalau urutannya dibalik, perubahan registran bisa memicu kunci 60 hari. Kebijakan ICANN sendiri menyarankan urutan ini.

## Urutan rekber domain dari bayar sampai konfirmasi

Misalnya Rina menjual domain .com miliknya ke Bayu seharga Rp15.000.000, beserta blog WordPress yang ada di dalamnya. Begini urutan yang kami sarankan.

### 1. Sepakati isi paket secara tertulis

Tulis di chat atau dokumen: nama domain, apakah termasuk website dan konten, hosting ikut atau tidak, akun email dan media sosial ikut atau tidak, cara pemindahan (push atau transfer), dan batas waktu. Salin ringkasannya ke deskripsi transaksi rekber. Ini akan jadi rujukan kalau nanti ada sengketa.

### 2. Pembeli bayar ke rekber

Bayu membuat transaksi lewat "Buat Rekber", mengisi "Judul Transaksi" dan "Nilai Transaksi", memilih "Saya Pembeli", lalu mengirim link undangan ke Rina. Setelah Rina bergabung, Bayu klik "Pilih Metode Pembayaran" dan membayar lewat QRIS, virtual account, atau e-wallet. Status berubah jadi "Dibayar". Di titik ini Rina tahu uangnya ada, dan Bayu tahu uangnya belum sampai ke Rina.

Dengan tarif dasar 1%, biaya rekber untuk Rp15.000.000 adalah Rp150.000, dan siapa yang menanggungnya dipilih saat transaksi dibuat. Hitungan untuk nominalmu bisa dicek di [kalkulator biaya rekber](https://rekberpay.com/calculator). Untuk nominal sebesar ini, siapkan juga verifikasi identitas (foto KTP dan selfie), karena akun tanpa KYC punya batas per transaksi.

### 3. Penjual membuka kunci dan mengirim kode atau melakukan push

Rina membuka registrar lock, lalu mengirim kode EPP lewat chat di halaman transaksi, bukan lewat DM yang bisa dihapus. Kalau sepakat push, Rina memasukkan ID akun Bayu di registrar yang sama.

### 4. Pembeli memverifikasi

Bayu memasukkan kode EPP di registrarnya dan menunggu prosesnya selesai. Setelah domain muncul di akunnya, ia mengecek WHOIS atau RDAP untuk memastikan registrar sudah berganti, mengganti data registran ke namanya, dan mengganti password serta mengaktifkan verifikasi dua langkah di akun registrar.

### 5. Konfirmasi dan dana dilepas

Baru setelah semua langkah di atas beres, Bayu klik "Konfirmasi Diterima & Lepas Dana ke Penjual". Tombol ini langsung melepas dana dan tidak bisa ditarik kembali, jadi jangan diklik karena didesak.

## Hal yang harus dicek saat membeli website

Kalau yang dibeli adalah website atau blog lengkap, domain baru separuh cerita. Ini daftar yang kami pakai:

- **Hosting.** Apakah akun hosting ikut dipindahkan, atau website dimigrasikan ke hosting pembeli? Pastikan backup lengkap (file dan database) sudah ada di tanganmu.
- **Admin CMS.** Buat akun admin baru atas namamu, lalu hapus atau turunkan akun admin lama milik penjual. Cek juga plugin yang lisensinya terikat ke akun penjual.
- **Analytics dan Search Console.** Minta akses baca sebelum membayar untuk mengecek klaim trafik langsung dari sumbernya, bukan dari screenshot. Setelah serah terima, minta akses pemilik lalu hapus akses penjual.
- **Email.** Email berdomain (misalnya di Google Workspace atau hosting) harus pindah ke kontrolmu, karena email ini dipakai untuk reset password akun lain.
- **Akun media sosial.** Kalau ikut dijual, pindahkan sesuai aturan platformnya. Risikonya kami bahas di artikel [jual beli akun Instagram dan WhatsApp lewat rekber](https://rekberpay.com/blog/rekber-jual-beli-instagram-whatsapp).
- **Kepemilikan konten.** Tanyakan apakah artikel ditulis sendiri dan gambar punya lisensi. Konten hasil comot bisa jadi masalah setelah pindah tangan.
- **Pendapatan.** Akun iklan dan monetisasi terikat ke identitas pemilik lama dan umumnya tidak ikut berpindah. Bahas sejak awal bagaimana pendapatan akan mengalir ke akunmu.

## Soal batas waktu 36 jam di RekberPay

Kami perlu jujur soal satu hal. RekberPay adalah jasa rekber (rekening bersama) online di Indonesia yang menahan dana pembeli sampai barang atau jasa diterima sesuai kesepakatan, lalu meneruskannya ke penjual. Untuk produk digital, termasuk domain dan website, dana diteruskan otomatis **36 jam** setelah penjual menandai pesanan selesai, kalau pembeli tidak konfirmasi dan tidak membuka dispute. Tenggat yang mengikat selalu tertulis di halaman detail transaksi.

Masalahnya, transfer antarregistrar bisa makan beberapa hari. Kalau penjual menandai selesai saat baru mengirim kode EPP, waktu 36 jam bisa habis sebelum domain sampai di akunmu. Karena itu:

- Sepakati di awal bahwa penjual baru menandai selesai setelah domain tercatat di akun pembeli.
- Kalau transfer masih berjalan dan tenggat makin dekat, klik **"Perpanjang Waktu"** sebelum batasnya habis.
- Kalau penjual tidak kooperatif, misalnya tidak membuka kunci atau kode EPP tidak valid, klik **"Buka Dispute"** dan lampirkan bukti chat serta screenshot status transfer. Selama dispute berjalan, dana tetap ditahan.

## Kapan memakai Escrow.com

Kalau pembeli atau penjualnya di luar negeri dan transaksinya dalam dolar, Escrow.com adalah layanan yang memang dikenal di dunia jual beli domain. Alurnya mirip: pembeli bayar ke Escrow.com, penjual mentransfer domain, Escrow.com mengecek perubahan registran lewat WHOIS, lalu dana diteruskan. Per Oktober 2026, biaya escrow domain untuk nilai sampai US$5.000 adalah 2,6% dengan minimum US$50. Untuk transaksi rupiah antarorang Indonesia, biaya minimum itu terasa berat. Perbandingan lengkapnya ada di artikel [alternatif Escrow.com untuk transaksi di Indonesia](https://rekberpay.com/blog/alternatif-escrow-com-indonesia).

Untuk transaksi rupiah antarperorangan, alur di atas bisa kamu jalankan lewat [jasa rekber RekberPay](https://rekberpay.com/). Kalau kamu baru pertama kali memakai rekber, baca dulu [panduan rekber online lengkap](https://rekberpay.com/panduan-rekber) supaya istilah dan tombolnya tidak asing.

## Pertanyaan yang sering ditanyakan

### Berapa lama transfer domain lewat rekber?

Push di registrar yang sama biasanya selesai dalam hitungan menit sampai jam. Transfer antarregistrar bisa makan beberapa hari, karena registrar lama punya waktu sampai 5 hari kalender untuk merespons. Kalau prosesnya lebih lama dari batas konfirmasi otomatis, gunakan tombol Perpanjang Waktu.

### Apakah domain yang baru dibeli bisa langsung dijual dan ditransfer?

Umumnya tidak. Untuk domain .id, aturan PANDI mensyaratkan 60 hari sejak aktivasi atau pengalihan terakhir. Untuk .com dan gTLD lain, registrar boleh menolak transfer dalam 60 hari sejak domain dibuat atau sejak transfer sebelumnya.

### Kapan pembeli boleh menekan konfirmasi?

Setelah domain muncul di akun registrar milikmu sendiri, data registran sudah atas namamu, dan semua akses yang dijanjikan (hosting, admin CMS, email) sudah kamu pegang dan passwordnya sudah kamu ganti. Jangan konfirmasi hanya karena penjual sudah mengirim kode EPP.

### Bagaimana mengecek klaim trafik website sebelum membeli?

Minta akses baca ke Google Analytics dan Search Console sebelum membayar, atau minta penjual membagikan layar secara langsung. Jangan mengandalkan screenshot, karena gambar mudah diedit. Cocokkan juga angka trafik dengan jumlah artikel dan umur domain.

## Sumber dan tautan terkait

- [Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI versi 10.0](https://pandi.id/public/files/2025/8/kebijakan-pendaftaran-nama-domain-versi-10-0-bilingual-new-1756441612.pdf)
- [Transfer Policy ICANN](https://www.icann.org/en/contracted-parties/accredited-registrars/resources/domain-name-transfers/policy)
- [Resolusi Dewan ICANN 7 Juni 2026 tentang rekomendasi Transfer Policy](https://www.icann.org/en/board-activities-and-meetings/materials/approved-resolutions-regular-meeting-of-the-icann-board-07-06-2026-en)
- [Escrow.com, escrow domain dan website](https://www.escrow.com/domains)
- [Escrow.com, cara kerja jual beli domain](https://www.escrow.com/domains/how-it-works)
